Wednesday, March 25, 2015

Cara Merawat Kecantikan dan Ketampanan



Pembelajaran Praktis  dari lbnu Sina: Cara Merawat Kecantikan dan  Ketampanan

Allah SWT itu indah, dan mencintai keindahan. Sesungguhnya Allah SWT itu bersih dan mencintai kebersihan. Demikian ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW yang telah melecut para ilmuwan Muslim sejak dahulu kala untuk berkontribusi dalam bidang perawatan kecantikan, mulai dari rambut hingga ujung kaki.
Diantara ilmuwan muslim itu ialah lbnu Sina (980-1037 M), dokter Muslim legendaris. (Dalam literatur Barat, ia dikenal sebagai Avicenna.) Dalam kitabnya, Qanin fi Thib atau Canon of Medicine, secara khusus ia menuliskan rahasia dan resep perawatan kecantikan mulai rambut hingga ujung kaki. Tips perawatan kecantikan itu ditulis dalam bab khusus yang disebut ziyet (penampilan fisik).
Memang, istilah ziynet kerap digunakan untuk menyebut hiasan-hiasan. Namun Prof Nil Sari dari Fakultas Kedokteran Istanbul University dalam tulisannnya berjudul ‘Beauty, Hair and Body Care in the Canon of lbn Sina mengungkapkan, dalam kitab itu Ibnu Sina menjelaskan tips dan rahasia berkaitan dengan penampilan, seperti perawatan rambut dan tubuh.
Menurut Prof Nil, Ibnu Sina pada abad ke-10 sudah membahas penyakit kuiit, perawatan, dan penyembuhannya. "Ia juga membahas masalah berat badan, misalnya

Tuesday, March 24, 2015

Pendekatan Dalam Belajar Mengajar



BAB IV
BERBAGAI PENDEKATAN
DALAM BELAJAR MENGAJAR

Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Guru dan anak didiklah yang mengerakkannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara dua guru dengan anak didik.
Ketika kegiatan belajar mengajar itu berproses, guru harus dengan ikhlas dalam bersikap dan berbuat, serta mau memahami anak didiknya dengan segala konsekuensinya. Semua kendala yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar, baik yang berpangkal dari perilaku anak didik maupun yang bersumber dari luar diri anak didik, harus guru hilangkan, dan bukan membiarkannya. Karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas.
Dalam mengajar, guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembamngan yang bisa memgikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran.

Monday, March 23, 2015

Generasi Terbaik Umat Ini


Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)


Tauhid (Keesaan) Allah Ta'ala

Ringkasan Faidah Seputar Tauhid
Pemateri: Syaikh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr
Tema : Tauhid (Keesaan) Allah Ta'ala

A.   MUQADDIMAH
Tauhid adalah perkara yang paling agung karena ia merupan alasan manusia dan jin diciptakan. Allah berfirman: 

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)

" Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (Ad Dzariyat: 56)
Tauhid adalah alasan kenapa nabi dan rasul diutus dan kenapa kitab diturunkan. Allah berfirman: 

(وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ َ)

"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu" (Surat An-Nahl 36)
Tauhid adalah pondasi utama Islam sebagaimana akar adalah pondasi sebuah pohon. Tidaklah bermanfaat suatu amal kecali dibangun di atas dasar tauhid karena ia merupakan syarat diterimanya ibadah.

(وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ)

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi" (Surat Az Zumar: 65)

Tips Menghafal Al-Qur'an Metode Thaif


Berikut metode Thaif tersebut:
1.      Mulai segala sesuatunya dengan niat yang ikhlas mengharap ridha Allah sepenuhnya.
2.      Mengahadap ke dinding atau pembatas pandangan lainnya yang berlatar polos. Hal ini dimaksudkan agar kita fokus untuk menghafal.
3.    Tinggalkan segala sesuatu yang menghalangi atau menganggu kita dalam proses menghafal Alquran. Gangguan tersebut misalnya gadget, surat kabar, isteri, dan sebagainya.
4.     Menganggap diri bahwa dalam keadaan seperti itulah kita akan membaca Alquran di hadapan Allah di Hari Akhir kelak.
5. Memperhatikan dan membaca dengan seksama 3 ayat awal. Dengan sebenar-benarnya memperhatikan, baik dari segi maknanya, hukum bacaannya, tata letaknya, dsb. Silakan dibaca 3 kali seperti keadaan tersebut. Kemudian angkat kepala, tutup mata atau hadapkan kepala ke dinding polos tadi, baca ayat pertama 3 kali atau sampai lengket, begitupun ayat kedua. Setelah itu, ulangi ayat 1 dan 2 (silakan baca dahulu atau langsung hafalkan). Kemudian begitupun ayat ke-3 dengan proses yang sama


Di Antara Sifat-sifat DAJJAL



Dia adalah seorang muda yang berkulit merah, pendek, berambut keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta, dan matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf kaf, fa’, ra’ secara terpisah, atau tulisan “kafir” secara bersambung / berangkai, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak punya anak.
Berikut ini beberapa hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri tersebut, yang juga merupakan dalil akan munculnya Dajjal:

Thursday, March 19, 2015

Al-Qur'an dan lbnu Sina



Ibnu Sina merupakan sosok seorang anak biasa kepandaiannya "Child prodigy". Di yang baru menginjak 5 tahun ia telah mempelajari al-Quran. Lima tahun kemudian ia telah mampu menghafalnya. lni merupakan sesuatu yang luar biasa yang menunjukan kepada kita akan kepandaian lbnu Sina sang inspirator kedokteran dunia. Bahkan menurut pendapat sebagian kalangan yang lain lbnu Sina sudah mampu mengahafal AI-Qur'an pada usia 5 tahun.

Begitu melekat Al-Quran dengan kehidupannya. Hari-harinya ia Ialui dengan lantunan ayat-ayat suci yang menyejukan setiap orang yang membacanya. Tak satu hari pun ia lewatkan tanpa membaca dan menghafal Al-Quran. Sehingga tak mengherankan di usianya yang masih relatif kecil ia sudah menjadi Haafidz Al-Quran. 


Keunikan di Balik Nama Ibnu Sina



Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, ltulah nama panjang Ibnu Sina. Namun tentu saja tidak semua orang mengenai atau menghapalnya. Ibnu Sina atau Aviciena Iahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara.

Dalam Islam, nama merupakan doa, nama juga mesti dikaitkan dengan garis keturunan yang jelas dari pihak ayah. lnilah hal yang nampaknya'fidak lagi terjaga. Dengan runutan atau garis keturunan yang jelas memberi pengaruh pada kejelasan pendidikan, pengasuhan serta penafkahkan yang jelas puia. Bila kita perhatikan dari nama ABU ALI HUSEIN BIN ABDILLAH BIN HASAN BIN ALI BIN SINA, berarti:
- Abu Ali Husein adalah nama "sebenar"nya Ibnu Sina
- Abdillah adalah nama ayah Ibnu Sina
- Hasan adalah nama kakek Ibnu Sina
- Sina adalah nama kakek buyut Ibnu Sina


Mencari Ilmu Dengan Melibatkan SANG PEMILIK ILMU



Diantara rahasia terbesar dari keberhasilan orang-orang yang namanya terukir dalam sejarah Islam adalah kesungguhan mereka dalam melibatkan Pencipta mereka, Sang pemilik ilmu yaitu Allah SWT. Hal ini seperti yang dilakukan oleh lbnu Sina yang melibatkan dan mendekatkan diri dengan Allah, Rabb Semesta Alam. Hal ini seperti tergambar dalam pernyataan berikut:
"Apabila suatu masalah terlalu besar bagi saya, saya pergi ke mesjid dan berdoa, menyebut nama Sang Pencipta segala sesuatu, sampai pintu gerbang yang sebelumnya tertutup bagi saya terbuka dan masalah yang sebelumnya kompleks menjadi sederhana. Setiap kali malam turun, saya kembali pulang, menyalakan lampu di depan saya dan menyibukkan
diri dengan membaca dan menulis. Apabila mengantuk atau merasa lelah, saya minum segelas air, supaya tenaga saya pulih" (Hort, Edwin P., Arab Science, Thomas Nelson, Nashville, 1975, hal.66.dalam Hoohbhoy, Pervez. 1997. Islam dan Sains: Pertarungan Menegakkan Rasionalitas. Penerbit Pustaka:Bandung).

Inilah yang ditunjukkan oleh master kedokteran ini, tatkala menghadapi banyak rintangan, penyelidikan yang

Tuesday, March 10, 2015

Selasa in March 2015

Bangun pagi biar kayak anak sekolahan gitu,,,,, sampe2 ikutan mandi Pagi biar di bilang Cool, padahal dingin banget om,
Pas giliran sudah mandi, eh.... malah ngantuk lagi,,, kan bikin bete banget, ya ngga'
secara gitu, bangun pagi, udah! mandi pagi di bela2in kedingina mpe nih mulut mau ngomong aja susahnya minta ampun, eh,, giliran udah semua, malah gak ngapa2in..... bayangin coba !!!
di situ kadang saya merasa sedih! kata Brigadir Dewi Sri Mulyani

Monday, March 9, 2015

MAKALAH MADZAHIB MU’ASHIRAH I “MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA”




untuk memenuhi Tugas Makalah  Madzahib Mu'ashirah I di SEKOLAH TINGGI ILMU USHULUDDIN (STIU) DARUL HIKMAH BEKASI


I.            PENDAHULUAN

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah.Sholawat dan Salam, selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Keselamatan dan keridho’an, semoga terlimpahkan kepada keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Kami disini akan membahas sedikit tentang sejarah berdirinya Majelis Mujahidin Indonesia yang di sebut dengan “Majelis Mujahidin” yang mengacu pada lembaga yang dibentuk dalam kongres Mujahidin I yang di selenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 5-7 Agustus 2000, sebagai wadah yang terdiri dari sejumlah tokoh Islam Indonesia yang disebut sebagai Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang mengemban amanat untuk meneruskan misi penegakan syariat Islam.
Dan semoga dengan makalah ini kita bisa mengenal dan mengetahui perkembangan dari Majelis Mujahidin Indonesia,

II.         PEMBAHASAN

A.    Sejarah berdirinya Majelis Mujahidin Indonesia

Majelis Mujahidin Indonesia didirikan pada Agustus 2000 di Yogyakarta sebagai hasil dari pertemuan sejumlah aktivis muslim dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa delegasi dari luar negeri yang disebut “Kongres Mujahidin”. Tokoh kunci dari kongres Mujahidin adalah Irfan S. Awwas dan Abu Bakar Ba’asyir yang pernah diklaim sebagai pimpinan spiritual Jama’ah Islamiyah, jaringan al-Qaeda di Asia Tenggara, namun kemudian gagal dibuktikan oleh Pengadilan Indonesia. Besarnya peran Ba’asyir dan Irfan di tubuh MMI terbukti dengan dipilihnya Ba’asyir sebagai Amirul Mujahidin dan Irfan sebagai ketua dewan legislative (Lajnah Tanfidziyah) yang kemudian dipilih kembali pada kongres mujahidin kedua pada bulan September 2003 di Solo. Kongres Mujahidin I yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus 2000 ini dihadiri oleh lebih dari 1800 peserta dari 24 provinsi, kemudian diresmikan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada tanggal 7 Agustus 2000.
Sebutan “Majelis Mujahidin” mengacu pada lembaga yang dibentuk dalam kongres Mujahidin I, sebagai wadah yang terdiri dari sejumlah tokoh Islam Indonesia yang disebut sebagai Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang mengemban amanat untuk meneruskan misi penegakan syariat Islam.
Secara sosial dan politis, MMI ini juga merupakan suatu reaksi terhadap kebijakan “deIslamisasi” pemerintah Orde Lama dan Orde Baru yang sama sekali tidak membuka ruang bagi pergerakan politik Islam. Maka sejak “pemerintahan reformasi” Presiden B.J. Habibie, gerakan-gerakan Islam mulai mendapatkan ruang bebas untuk dapat mengartikulasikan kepentingan-kepentingan umat Islam.