Ibnu Sina merupakan sosok seorang
anak biasa kepandaiannya "Child prodigy". Di yang baru menginjak 5
tahun ia telah mempelajari al-Quran. Lima tahun kemudian ia telah mampu menghafalnya.
lni merupakan sesuatu yang luar biasa yang menunjukan kepada kita akan
kepandaian lbnu Sina sang inspirator kedokteran dunia. Bahkan menurut pendapat
sebagian kalangan yang lain lbnu Sina sudah mampu mengahafal AI-Qur'an pada
usia 5 tahun.
Begitu melekat Al-Quran dengan
kehidupannya. Hari-harinya ia Ialui dengan lantunan ayat-ayat suci yang
menyejukan setiap orang yang membacanya. Tak satu hari pun ia lewatkan tanpa
membaca dan menghafal Al-Quran. Sehingga tak mengherankan di usianya yang masih
relatif kecil ia sudah menjadi Haafidz Al-Quran.
Dari sini kita dapat melihat bahwasanya pengetahuan yang pertamakali dipelajari dan ditanamkan pada diri lbnu Sina adalah ilmu tentang Al-Quran. Sebuah kitab yang semua ajaran dan aturan Islam terangkum di dalamnya. Penguasaannya tehadap Al-Quran telah menghantarkan Ibnu Sina menjadi sosok seorang faaQihu fi ad-din yang tercatat namanya dalam sejarah.
Rupanya inilah juga yang menjadi
rahasia keberhasilan Ibnu Sina. Pemahamannya tentang Al-Quran menjadi bekal
pertama dan utama dalam penguasaanya terhadap ilmu-ilmu yang Iain. Yang jadi
permasalahan adalah apakah kita akan mengikuti jejak Ibnu Sina ini?menjadikan
AI-Qur'an sebagai berkal pertama dan utama, menjadikan Al-Qur'an sebagai
pegangan hidup?Bukankan Al-Qur'an saat ini masih ada?Al-Qur'an yang sama yang
dibaca Ibnu Sina? Bukankah AI-Qur'an itu ada dihadapan kita? Tapi akankah
tangan kita mengulur mengambilnya, lisan kita ringan, lancar dan merdu membaca
ayat-ayatnya’? Allahummar'hamnii bil Qur'an... Allahummar'hamnii bil Qur'an...
Allahummar'hamnii bilQur'an... . Tidakah kita terinspirasi dengan "Al-Qur'an
dan Ibnu Sina"?
Sumber
: Indira S Rahmawaty, S.IP.,M.AG. 2009.Ibnu Sina: Tokoh Islam, Master
Kedokteran Dunia.CV Media Mutiara Salim
Related Post:
0 komentar:
Post a Comment