Ringkasan Faidah Seputar Tauhid
Pemateri: Syaikh
Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr
Tema : Tauhid
(Keesaan) Allah Ta'ala
A. MUQADDIMAH
Tauhid
adalah perkara yang paling agung karena ia merupan alasan manusia dan jin
diciptakan. Allah berfirman:
(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)
" Dan aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"
(Ad Dzariyat: 56)
Tauhid adalah
alasan kenapa nabi dan rasul diutus dan kenapa kitab diturunkan. Allah
berfirman:
(وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ
وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ َ)
"Dan
sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu" (Surat An-Nahl 36)
Tauhid adalah
pondasi utama Islam sebagaimana akar adalah pondasi sebuah pohon. Tidaklah
bermanfaat suatu amal kecali dibangun di atas dasar tauhid karena ia merupakan
syarat diterimanya ibadah.
(وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ
أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ)
"Dan
sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu.
"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan
tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi" (Surat Az Zumar: 65)
(فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ
النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ َ)
"Maka
hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu" [Surat Ar-Room
30]
Orang yang tidak
bertauhid akan memperoleh kerugian dan kesempitan. Tidakah ketenangan,
kebaikan, berkumpul kecuali dengan adanya tauhid. Orang-orang yang mencari
tuhan selain Allah tidaklah diterima. Kesemuanya itu hanyalah rekaan dan buatan
manusia.
(أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ)
"manakah yang
baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha
Perkasa?" ( Surat Yusuf 39)
Allah juga
berfirman:
(مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ
مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ َ)
"Kamu tidak
menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan
nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun
tentang nama-nama itu" (Surat Yusuf 40)
Orang yang berakal
sehat tidak mungkin akan menerima untuk menyekutukan Allah. Seperti Zaid bin
Amr bin Nufail, muwahhid yang hidup di masa jahiliyah. Ia menentang
penyembelihan kambing untum berhala karena ia meyakini bahwa Kambing dan juga
air dan makanannanya semuanya dari Allah maka bagaimana mungkin Kita
menyembelih untuk selain Allah. Maka Rasulullah pun menganggapnya sebagai ahli
tauhid.
Syirik adalah
kedzhaliman yang paling besar. Allah berfirman:
(وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا
تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)
"Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". [Surat
Luqman 13]
Tauhid Adalah
kunci surga. Allah berfirman:
(إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا
تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ
الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ)
"Sesungguhnya
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya,
sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak
(pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami
memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan" [Surat
Al-Araf 40]
B. HAKIKAT TAUHID
Makna
Tauhid: Menjadikan Allah satu-satunya dalam nama dan sifat-sifat yang menjadi
kekhususannya yang sesuai dengan ketinggian dan keagungannya. Meyakini bahwa
Allah adalah pencipta, yang menghidupkan dan yang mematikan, menghinakan dan
merendahkan, memberi rizqi, raja dari segala raja, seluruh urusan dikembalikan
kepada Allah, tiada sekutu baginya.
Mentauhidkan Allah
berarti menetapkan dan meyakini ketinggian nama dan sifat-sifat Allah.
Meyakininya dengan benar sesuai dengan yang Allah tetapkan untuk dirinya tanpa
menolaknya, merubah maknanya, atau menyerupakan-Nya dengan yang selain-Nya.
Allah berfirman:
(هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا
إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ
الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ *
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ)
"Dialah Allah
Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain
Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan,
Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala
Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang
Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul
Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surat Al-Hashr 22 - 24]
Allah juga
berfirman:
لَيْسَ
كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada
sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan
Melihat" [Surat Ash-Shura 11]
Kalimat tauhid (لا إله إلا الله ) terdiri dari penafian dan istbat
(penetapan).
-
Menafikan semua sesembahan selain Allah dan
-
menetapkan bahwa tiada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali hanya
Allah saja.
Tauhid ada 3:
1.
Tauhid Rububiyah
Keyakinan
bahwa Allah yang mengatur kehidupan: ia yang menciptakan, menghidupkan dan
mematikan, memberi rizki, mengatur segala urusan manusia.
2.
Tauhid Uluhiyah
Keyakinan
bahwa hanya Allah lah ilah yang layak untuk disembah. Mentauhidkan Allah dalam
masalah ibadah dan ketaatan.
3.
Tauhid Asma dan Sifat Allah
Meyakini
bahwa Allah memiliki nama dan sifat yang Allah tetapkan untuk Nya yang sesuai
dengan ketinggian dan keagungannya tanpa menolaknya, merubahnya, atau
menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya.
Tauhid memiliki
nawaqish (pengurang kesempurnaan) dan Nawaqidh (Pembatal tauhid).
Nawaqish hanya
mengurama kesemperunaan tauhid seseorang adapun nawaqidh bisa membatalkan atay
menggugurkan tauhid atau keislaman seseorang
Jagalah
kesempurnaan tauhid dari 3 penghalang tauhid:
1.
Syirik
2.
Bidah
3.
Maksiat
Tauhid bisa gugur
atau batal dengan salah 1 dari 3 penyebab:
1.
Syirik Akbar
Yaitu
menyamakan selain Allah sama dengan Allah dalam perkara yang merupakan
kekhususan Allah.
2.
Kufur Akbar
Yaitu
mendustakan kebenaran dari Allah dan mendustakan Rasululullah. Allah berfirman:
(وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ
كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى
لِلْكَافِرِينَ)
"Dan
siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan
terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya?
Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang
kafir?" [Surat Al-Ankaboot 68]
Atau
sombong kepada Allah. Allah berfirman:
(وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا
إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ)
"Dan
(ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu
kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur
dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." [Surat Al-Baqara
34]
Atau
Berpaling dari ajaran Allah. Allah berfirman:
(وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ)
"Dan
orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada
mereka" [Surat Al-Ahqaf 3]
3.
Nifaq Akbar
Yaitu
orang yang menampakkan keimanan dalam dzhairnya namun menyembunyikan kekufuran
dalam hatinya. Allah berfirman:
(إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ
النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا)
"Sesungguhnya
orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."
[Surat An-Nisa 145]
Mereka
adalah orang yang menampilkan keimanan di sisi kaum muslimin tapi menyembunyikan kekufuran. Allah berfirman:
(ِ
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ
لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ)
"Apabila
orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa
sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa
sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa
sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. " [Surat
Al-Munafiqoon 1]
Tauhid
tidak batal dengan syrik, nifak, dan kufur yang kecil kecil. Ia hanya
mengurangi kesempurnaan tauhid. Syirik kecil Seperti bersumpah atas nama selain
Allah. Nifaq kecil seperti dalam hadits Rasulullah tentang 3 ciri orang
munafiq, kufur kecil seperti mencela nasab.
Dikarenakan
tauhid merupakan urusan yang sangat penting, maka seyogyanya kaum muslimin
mempelajari dan mengamalkannya dan memperhatikannya melebihi perhatiannya untuk
yang selainnya.
Semoga
Allah menjadikan Kita termasuk ahli tauhid.
سبحانك
اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليك
Masjid Istiqlal, Ahad, 24 Jumadal Ula 1436 H / 15 Maret 2015.
0 komentar:
Post a Comment