Monday, March 23, 2015

Tips Menghafal Al-Qur'an Metode Thaif


Berikut metode Thaif tersebut:
1.      Mulai segala sesuatunya dengan niat yang ikhlas mengharap ridha Allah sepenuhnya.
2.      Mengahadap ke dinding atau pembatas pandangan lainnya yang berlatar polos. Hal ini dimaksudkan agar kita fokus untuk menghafal.
3.    Tinggalkan segala sesuatu yang menghalangi atau menganggu kita dalam proses menghafal Alquran. Gangguan tersebut misalnya gadget, surat kabar, isteri, dan sebagainya.
4.     Menganggap diri bahwa dalam keadaan seperti itulah kita akan membaca Alquran di hadapan Allah di Hari Akhir kelak.
5. Memperhatikan dan membaca dengan seksama 3 ayat awal. Dengan sebenar-benarnya memperhatikan, baik dari segi maknanya, hukum bacaannya, tata letaknya, dsb. Silakan dibaca 3 kali seperti keadaan tersebut. Kemudian angkat kepala, tutup mata atau hadapkan kepala ke dinding polos tadi, baca ayat pertama 3 kali atau sampai lengket, begitupun ayat kedua. Setelah itu, ulangi ayat 1 dan 2 (silakan baca dahulu atau langsung hafalkan). Kemudian begitupun ayat ke-3 dengan proses yang sama


APABILA ayatnya panjang maka cukup dipotong-potong beberapa bagian pada tempat yang pas dari segi maknanya, kemudian hafalkan dengan cara sebelumnya.
Antara orang yang satu dengan lainnya berbeda-beda kemampuan mereka dalam menghafalkan Alquran. Ada yang bisa dengan 30 menit, ada yang kurang dari itu, namun juga ada yang membutuhkan waktu tambahan untuk menghafal satu halaman Alquran. Namun, hal tersebut bukanlah menjadi hambatan, keresahan, apatah lagi kegalauan hati bagi orang yang telah berniat mewakafkan diri sebagai penghafal Alquran. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan behasil. Barangsiapa yang berjalan pada lintasannya maka ia akan sampai pada tujuannya. Dan barang siapa yang bersabar maka keberuntungan niscaya menaunginya, insya Allah.

Catatan:

1.      Alquran jangan pernah diganti-ganti. Silakan beli mushaf Alquran yang sama, taruh di kamar satu, di tas satu, di kendaraan satu, di masjid satu, dan di tempat-tempat yang menjadi kebiasaan kita membaca Alquran. Atau paling tidak, kita harus konsisten menggunakan mushaf yang sama di mana pun kita hendak menghafal atau memuroja’ahnya.
2.      Harus segera disetor. Kita harus mencari orang yang kita anggap fasih dalam membaca Alquran beserta hukum-hukum bacaanya. Bahkan kalau perlu orang yang sudah hafidz 30 juz dan telah mendapatkan sanad hafalan. Silakan bawa pensil, kemudian beritahu kepada orang yang kita tempati menyetor agar menggarisbawahi ayat yang salah ketika kita membacanya. Tujuannya ialah agar kita semakin mengingat letak kesalahan kita dalam menghafal sehingga tidak mengulangnya lagi.
3.      Mencari suasana, waktu, dan tempat yang pas untuk menghafal Alquran. Tentu berbeda ketika kita menghafal dalam keadaan tenang pada waktu sepertiga malam, setelah salat subuh, atau salat magrib di masjid pula daripada kita menghafal pada saat hati sedang gunda gulana galau gelisa pada waktu teriknya siang di dalam pasar pula. Intinya, silakan cari suasana, waktu, dan tempat yang nyaman menurut kita untuk menghafal Alquran. Ada baiknya juga kita ke tempat menghafal Alquran (Tahfidzul Qur’an) terdekat. Hal ini bertujuan untuk memacu semangat dan adrenalin kita karena kita punya teman menghafal sekaligus saingan dalam menyetor hafalan.
4.      Ada tim pengawas dengan membuat kelompok menghafal. Maksudnya supaya ada yang mengontrol sehingga pada waktu yang seharusnya kita menghafal tidak kita gunakan untuk bercerita dengan tema tanpa makna.
5.      Suara harus keluar. Hal ini bertujuan agar kita juga menggunakan kemampuan audio (pendengaran) kita sehingga proses menghafal menjadi lebih maksimal bukan semata-mata menjadikan kemampuan visual (penglihatan) sebagai senjata kita dalam mengahafal.


Related Post:

0 komentar:

Post a Comment